HUBUNGAN STATUS GIZI STUNTING PADA BALITA DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS

  • Nyimas Nafllah Nadila Universitas Lampung
Kata Kunci: tuberkulosis, balita, stunting

Abstrak

Latar Belakang : Penyakit Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC adalah penyakit infeksi kronis yang hampir menyerang semua  organ di tubuh yang banyak di temukan di paru. Penyakit ini banyak ditemukan pada ligkungan yang padat pendudukny. Berdasarkan Survei Prevalensi Tuberkulosis pada tahun 2013-2014, angka kejadian TBC dengan konfirmasi bakteriologis di Indonesia sebesar 759 per 100.000 penduduk yang berumur 15 tahun keatas dan  angka kejadian TBC dengan BTA positif sebesar 257 per 100.000 penduduk yang berumur 15 tahun keatas. Metode : Metode yang digunakan adalah metode studi literatur dari berbagai jurnal nasional dan internasional serta. Metode ini mencari dan menggabungkan isi dari berbagai jurnal serta menganilis fakta dari sumber penelitian yang valid. Hasil : balita dengan status gizi stunting berisiko 2,96 kali untuk mengalami sakit TB dari balita dengan status gizi normal dan balita dengan status gizi severely stunting memiliki resiko 8,18 kali untuk menadi sakit TB. Balita dengan status gizi severely stunting beresiko lebih tinggi dibandingkan degan balita gizi normal. Kesimpulan : Status gizi  memarankan peran yang penting sebagai proses pertumbuhan anak, status gizi yang buruk bahkan stunting memiliki dampak negatif bagi pertumbuhan anak salah satunya adalah anak memiliki daya tahan tubuh yang lemah yang menyebabkan anak menjadi rentan terkena penyakit infeksi, status gizi stunting memiliki risiko yang tinggi bagi anak untuk terkena sakit TB.

Diterbitkan
2021-01-06