PENGARUH TINGKAT KONSUMSI KAFEIN PENGARUH TINGKAT KONSUMSI KAFEIN BERLEBIHAN TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN KE-3 UNIVERSITAS CIPUTRA
PENGARUH TINGKAT KONSUMSI KAFEIN BERLEBIHAN TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN KE-3 UNIVERSITAS CIPUTRA
Abstrak
Abstrak
Mahasiswa Kedokteran tahun ke-3 menghadapi beban akademik yang intensif sehingga sering kali mengandalkan konsumsi kafein untuk mempertahankan waktu belajar dan meningkatkan konsentrasi. Kafein sebagai antagonis reseptor adenosin diketahui dapat menurunkan rasa kantuk dan meningkatkan kewaspadaan, namun konsumsi berlebih berpotensi menimbulkan gangguan tidur dan penurunan kualitas fokus belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola konsumsi kafein pada mahasiswa kedokteran tahun ke-3 serta menganalisis hubungannya dengan kualitas fokus belajar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan instrumen kuesioner yang mencakup data demografi, kebiasaan tidur, jam belajar formal, pola konsumsi kafein, tujuan konsumsi, tingkat ketergantungan, dan indikator fokus belajar. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa aktif yang mengonsumsi kafein minimal tiga kali per minggu. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan berusia 19–21 tahun dengan rata-rata tidur 5–6 jam per malam dan jam belajar formal 9–12 jam per hari. Kopi merupakan sumber kafein utama dengan konsumsi rata-rata 1–2 gelas per hari, sedangkan minuman energi dan tablet kafein dikonsumsi oleh sebagian kecil responden. Tujuan utama konsumsi adalah menghilangkan kantuk dan meningkatkan fokus, dengan tingkat ketergantungan relatif rendah hingga sedang. Indikator fokus belajar mayoritas berada pada skor sedang (2–3), dengan variasi yang dipengaruhi oleh pola tidur dan konsumsi kafein. Temuan ini menegaskan bahwa konsumsi kafein berlebih tidak sepenuhnya meningkatkan kualitas fokus belajar, sehingga diperlukan edukasi batas aman konsumsi kafein dan strategi manajemen stres akademik non-farmakologis.
Keywords: kafein; mahasiswa kedokteran; tidur; fokus belajar
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##

