Hubungan Paparan Debu Kayu terhadap Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja
Abstrak
Industri pengolahan kayu sudah berkembang dengan sangat pesat, namun pada proses pengolahan, kayu yang digunakan menghasilkan debu kayu yang dapat terinhalasi oleh para pekerja dan memberikan efek terhadap kesehatan seperti gangguan fungsi paru yaitu pada Force Expiratory Volume dalam 1 detik (FEV1), Forced Expiratory Flow (FEF), d an Forced Vital Capacity (FVC) jika sudah melewati Nilai Ambang Batas (NAB) dari paparan debu kayu yakni 5 mg/m3 . Selain paparan dari debu kayu, terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan fungsi paru pada pekerja tersebut, yakni meliputi faktor umur, masa kerja, lama kerja, status gizi, Riwayat merokok, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Pencegahan seperti observasi medis secara rutin, pengadaan sistem ventilasi yang baik, menggunakan bahan dasar kayu particle board atau medium density fibre meboard, penggunaan personal protective equipment (PPE) seperti masker, dan pembersihan lingkungan kerja dengan vacuum dapat dilakukan untuk menghindari risiko terjadinya gangguan fungsi paru dan risiko penyakit respirasi lain yang dapat ditimbulkan dari paparan debu kayu di lingkungan pekerja.

