Pemanfaatan Polifenol Teh Hijau (Camellia Sinensis) Sebagai Agen Kemopreventif Kanker Kulit Akibat Paparan Kronis Sinar Uvb

  • Salsabila Nadhifa Akib Fakultas Kedokteran Universitas Lampung
Kata Kunci: teh hijau, polifenol teh hijau, epigallocatechin-3-gallate, kanker kulit, UVB

Abstrak

Sebagai makhluk hidup tentu membutuhkan sinar matahari untuk keberlangsungan hidup. Namun, paparan sinar UV secara terus-menerus tanpa perlindungan dapat menginisiasi perkembangan kanker kulit. Kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling umum ditemukan. Kanker kulit terbagi menjadi dua kategori kanker kulit melanoma dan non-melanoma. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan mekanisme kerja polifenol teh hijau sebagai agen kemopreventif. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan adalah literature review dengan menggunakan sebanyak 16 artikel yang dapat diakses secara gratis di NCBI, ResearchGate, SemanticScholar dari tahun 1997 – 2019. Kemudian, artikel yang digunakan dianalisis menggunakan metode systematic literature review yaitu dengan mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia dengan topik yang menjadi fokus peneliti. Hasil penelitian memaparkan bahwa pemberian polifenol teh hijau secara oral dan topikal dapat dimanfaatkan sebagai agen kemopreventif pada kanker kulit melanoma dan non-melanoma. Mekanisme polifenol teh hijau sebagai agen kemopreventif dijelaskan dengan kemampuannya dalam meningkatkan ekspresi gen nucleotide excision repair (NER) spesifik (XPA, XPC, RPA1). Mekanisme NER tersebut yang akan memperbaiki kerusakan DNA nukleus di lapisan epidermis dan dermis terkait pembentukan cyclobutane pyrimidine dimers (CPD), menghambat imunosupresif, dan menghambat respon inflamasi terkait peningkatan penanda inflamasi (COX2 , PGE2), penanda proliferasi sel epidermis (PCNA, cyclin D1), dan penanda sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, dan IL-6).

Diterbitkan
2020-10-03