MANFAAT ANTIOKSIDAN DAUN SALAM TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN PENURUNAN APOPTOSIS NEURON DI HIPPOCAMPUS OTAK TIKUS YANG MENGALAMI DIABETES
Abstrak
Ensephalophaty diabetes adalah komplikasi diabetes melitus akibat adanya perubahan morfologi dan keabnormalan fungsi fisiologis neuron otak, karena kondisi hiperglikemi yang kronis. Perubahan morfologi yang terjadi dapat berupa atropi hippocampus otak, peradangan saraf, perubahan neurotransmitter, cidera sawar darah otak, gangguan metabolisme energi, dan apoptosis neuron. Peningkatan apoptosis neuron ini terjadi pada lapisan CA1 dan CA3 zona pyramidal. Apoptosis neuron hippocampus terjadi melalui peningkatan stress oksidatif, defisit fungsi mitokondria, gangguan ekspresi gen dan penghambatan caspases. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkap dan menurunkan stress oksidatif. Daun salam adalah tanaman antidiabetes yang memiliki sifat antioksidan yang tinggi yaitu flavonoid dan tannin. Flavonoid adalah senyawa antidiabetik yang menurunkan kadar gula darah dengan berperan sebagai inhibitor enzim a glukosidase, maltase dan a amylase. Flavonoid juga mampu menstimulasi pengambilan glukosa di otot melalui regulasi GLUT-4. Selain flavonoid, tannin juga juga merupakan antioksidan yang terdapat pada daun salam dan berfungsi sebagai protektor sel beta pankreas dari apoptosis akibat stress oksidatif Selain itu, tannin daun salam juga dapat menaikkan kadar faktor neurotropic, dan neuroastrosit, menyembuhkan otak yang terluka, serta memodulasi potensial fungsi otak sehingga dapat mencegah apoptosis neuron yang merupakan pathogenesis utama terjadinya ensephalophaty diabetes.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##

