TERAPI PADA PSORIASIS

  • Febriyani Dyah Kusuma Dewi Student

Abstrak

Psoriasis adalah penyakit autoimun dan inflamasi yang sering muncul dan ditandai dengan merah, plak yang meradang, dan makula, yang muncul sebagai akibat dari peningkatan proliferasi dan diferensiasi yang buruk dari sel-sel epidermis penghasil keratin. Penulisan    artikel    ini    menggunakan metode   literature   review.   Tulisan   ini terbentuk  atas  informasi  yang  didapat dari  15  artikel  dari  jurnal  internasional  yang  dipublikasikan  dalam rentang   tahun   2012-2020.   Referensi yang digunakan didapat dengan melakukan    literature    searching    dari database NCBI dengan kata kunci psoriasis, dermatology, psoriasis therapy, psoriasis treatment dengan  filter   berupa  custom rentang   publikasi tahun 2017-2020. Hasil dari literature review ini adalah Banyak obat yang telah digunakan untuk terapi psoriasis yang tujuannya hanya untuk menekan gejala dan memperbaiki keadaan kulit. Pengobatan meliputi topikal, penyinaran dan sistemik, dan terapi tersebut terbatas dan cenderung berbahaya terutama untuk pemakaian jangka panjang. Kemajuan dalam patogenesis psoriasis menyebabkan berkembangnya terapi biologis yang memberikan target yang spesifik yaitu sel T inhibitor (efalizumab dan alefacept) dan TNF-a inhibitor (etanercept, infliximab dan adalimumab). Terapi biologis ini efektif untuk pengobatan psoriasis sedang sampai berat dengan efek samping ringan dibandingkan terapi konvensional. Penggunaan obat imunobiologis ini diberikan secara parenteral yaitu intra-muskular dan intra-vena. Terapi psoriasis dengan menggunakan obat-obat biologis dianjurkan untuk melakukan monitoring kimia darah, hitung darah dan CD4, antibodi ANA, tuberkulin tes, riwayat penyakit serta pemeriksaan fisik yang tergantung pada jenis terapi, vaksinasi tertentu juga disarankan untuk mencegah infeksi.

Diterbitkan
2021-01-06