STUDI LITERATUR :TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGURANGI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL

  • Riadinni Alita
Keywords: mual munta, kehamilan, terapi, komplementer

Abstract

Kehamilan  adalah  sesuatu  yang  biasa  dialami  oleh   seorang   wanita,   ketika   hamil   melakukan  pemeriksaan  beberapa  ibu  hamil  akan  mengadu  mengenai    keluhan    selama    hamil.    Ibu    hamil  biasanya  mengeluh  atas  ketidaknyamanan  berupa  mual   dan   muntah   pada   kehamilan   awal   (Santi 2013).   Keluhan  yang  menjadikan  ibu  tidak  nyaman saat    hamil    adalah    mual    dan    muntah    yang  diakibatkan  oleh  berubahnya  saluran  cerna  serta  meningkatnya kadar   Human  Chorionic  gonodotropin  (HCG)  dalam  darah  (Betz  &  Fane,  2020).  Pemberian  pengobatan  atau  terapi  pada  ibu  hamil    harus    mempertimbangkan    kemungkinan resiko  komplikasi  yang  bisa  terjadi  pada  ibu  dan  janinnya (Mattison, 2013). Menurut  Federasi  Obstetri  Ginekoloigi  Internasional,  kehamilan  diartikan  bagaikan  pembenihan   atau   penyatuan   dari   ovum   dengan  spermatozoa    dan  diteruskan  dengan  implantasi.  Jika dilihat dari fase pembenihan sampai kelahiran,  menurut  kalender  internasional  kehamilan  normal  membutuhkan waktu 40 minggu atau 9 bulan. Ada tiga   trimester  dalam  kehamilan, trimester 1 berlangsung  dalam  0 -13  minggu,  trimester  kedua 14-27  minggu  dan  trimester  ketiga  27-40  minggu (Astuti 2012). Mual dan muntah terjadi pada 50-90% dari kehamilan pada trimester I, biasa terjadi pada pagi hari, malam hari bahkan setiap saat. Berdasarkan hasil penelitian mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Mual dan muntah dalam kehamilan biasanya dimulai pada usia kehamilan 9-10 minggu, puncaknya pada usia kehamilan 11-13 minggu, dan sembuh pada kebanyakan kasus pada umur kehamilan 12-14 minggu. Dalam 1-10% dari kehamilan, gejala-gejala dapat berlanjut sampai umur kehamilan 20-22 minggu (Kia, et al., 2014). Mual muntah dapat ditangani secara farmakologi dengan diberikan obat- obatan untuk mengurangi mual muntah seperti obat anti emetik/vitamin B6, akan tetapi dari obat-obatan tersebut mempunyai efek samping antara lain seperti sakit kepala, diare dan mengantuk. Tidak semua ibu hamil dapat menjalani terapi dengan menggunakan obat-obatan, ada beberapa ibu yang tidak terlalu suka apabila harus mengonsumsi obat-obatan maka pemberian terapi non farmakologis diperlukan. Pengobatan secara non farmakologi atau terapi komplementer yang mempunyai kelebihan lebih murah dan tidak mempunyai efek farmakologi. Pada  awal  bulan  kehamilan  atau  trimester pertama kehamilan mual dan muntah terjadi sekitar  60% -70%.  Jika  kasus  ini  tidak  segera  ditangani akan    menjadi    hiperemesis    gravidarum    yang memiliki    akibat    buruk    bagi    ibu    hamil    dan kandungannya. Hal ini bisa ditangani dengan terapi nutrisi    yaitu    makan    sedikit    tapi    sering    dan pengobatan  herbal  yaitu  dengan  menggunakan  teh spearmint  atau  teh  jahe,  dan  menggunakan  aroma terapi  jeruk,  peppermint  dan  spearmint  (Onggo 2012). Hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil.

Published
2021-07-31
How to Cite
Alita, R. (2021). STUDI LITERATUR :TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGURANGI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL . Jurnal Medika Hutama, 2(04 Juli), 1255-1262. Retrieved from http://www.jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/646

DB Error: Unknown column 'Array' in 'WHERE'