Perbedaan Daya Antibakteri Berdasarkan Pelarut Pada Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri

  • Salsabila Almira Taufani

Abstract

Pepaya merupakan tanaman tropis yang dikenal memiliki banyak khasiat bagi kesehatan seperti sebagai antioksidan, antiinflamasi, antifungi, hingga antibakteri. Banyak penelitian yang sudah dilakukan terhadap manfaat dari bagian-bagian tumbuhan pepaya, terutama penelitian terhadap daun pepaya. Ekstrak daun pepaya terkenal dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri karena memiliki kemampuan antibakterial. Mayoritas peneliti di Indonesia yang meneliti daya antibakteri ekstrak suatu bahan yang berasal dari tumbuhan menggunakan etanol sebagai bahan pelarut dalam proses pembuatan ekstrak. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui jenis pelarut apa yang paling cocok digunakan untuk mengekstraksi daun pepaya sehingga hasilnya paling optimal. Metode penelitian ini adalah studi literatur dengan menggunakan data sekunder dari penelitian yang sebelumnya sudah dilakukan. Hasil studi literatur mengungkapkan bahwa dari beberapa senyawa pelarut yang digunakan pada ekstraksi daun pepaya yang diujikan pada bakteri Escherichia coli, Bacillus cereus, dan Staphylococcus aureus etanol merupakan senyawa paling tinggi tingkat optimalisasinya sedangkan heksana yang paling rendah tingkat optimalisasinya dilihat dari diameter zona hambat yang terbentuk.

Published
2021-07-14
How to Cite
Taufani, S. A. (2021). Perbedaan Daya Antibakteri Berdasarkan Pelarut Pada Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri. Jurnal Medika Hutama, 2(04 Juli), 1146-1151. Retrieved from http://www.jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/239

DB Error: Unknown column 'Array' in 'WHERE'